Marissa Haque Fawzi
Sumber: http://www.marissahaque.info

Jeman, NU Online
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, berhasil memukau audiense International Meeting for Peace di Munich, Jerman, saat menyampaikan paparan kedamaian di mata Islam. Tagline Rahmatan Lil 'Alamin ditegaskannya sebagai salah satu dasar kedamaian, bahkan untuk orang di luar Islam.
Berbicara dalam sebuah panel bersama Alois Gluck, Presiden Zentralkomitee der Deutschen Katoliken dan Gunther Beckstein dari The Conservative Christian Social Union (CSU), serta dimoderatori oleh Peter Witterauf dari Hanns Seidel Stiftung, Kiai Said menyampaikan tagline Rahmatan Lil 'Alamin sudah bisa diterapkan secara nyata di Indonesia. Itulah yang diakuinya menjadikan kehidupan umat beragama di Indonesia bisa berlangsung secara damai.
"Muslim di Indonesia sudah bisa (menunjukkan perannya dalam) membangun bangsa, termasuk kedamaian di dalamnya. Sama seperti saat Nabi Muhammad membangun negara Madinah," ungkap Kang Said, demikian Kiai Said bisa disapa dalam presentasinya, Kamis, 15 September waktu Indonesia.
NU sebagai salah satu civil society di Indonesia, disampaikan juga oleh Kang Said, adalah salah satu aliran yang menerapkan secara nyata tagline Rahmatan Lil 'Alamin. NU diakuinya memiliki sifat yang moderat, toleran kepada umat Islam dari aliran berbeda, bahkan kepada warga negara non muslim.
"Salah satu bukti nyata tampak saat Banser (Barisan Serbaguna) ikut berperan aktif mengamankan perayaan Natal. Mereka tak segan menjaga perayaan hari raya umat Kristiani di Indonesia," beber Kang Said.
Tagline Rahmatan Lil 'Alamin juga disampaikan Kang Said tidak hanya dalam kaitan toleransi antar umat beragama di Indonesia, yang ujungnya mengerucut pada terciptanya perdamaian. Ditanya mengenai kaitannya dengan aturan perundang-undangan di Indonesia, baik di tingkat nasional atau dalam bentuk Peraturan Daerah yang menggunakan syariah sebagai salah satu dasar perumusannya, Kang Said kembali menjawab dengan dasar tagline tersebut.
"Ajaran Islam dalam konteks negara itu bersifat substantif. Betapapun tidak menyebut Islam, syariah, dan simbol Islam lainnya, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam maka itu sudah Islami," tuntas Kang Said.
Kang Said berada di Jerman sebagai salah satu wakil dari Indonesia dalam International Meeting for Peace. Selain untuk acara tersebut, kunjungan Kang Said juga diagendakan menggelar pertemuan dengan Istead University, untuk membicarakan kerjasama di antara kedua belah pihak. Istead University sendiri kedudukannya sangat penting dalam konteks kebijakan Uni Eropa di Asia.
"Semoga silaturahim ini membawa manfaat untuk masyarakat Indonesia, terutama Nahdliyin," sambung Syafiq Hasyim, Rais Syuriyah PCI NU Jerman.
Redaktur : Emha Nabil Haroen


Sumber: http://marissahaque-kiki-inspirasi.blogspot.com/
Fabiayyi ala’i Robbi Kumma Tukadzdzibaaan… Ya Allah tak ada lagi ni’mat yang akan aku dustakan. Terimakasih banyak untuk semua kenikmatan di dunia yang telah Kau titipkan pada kami Ya Allaaaah…
Terimakasih pula untuk kedua putri cantik lahir bathin yang telah Engkau berikan dalam penikahan kami selama 25 tahun ini sejak tanggal 3 Juli 1986 lalu.
Disaat kami sedikit lengah dan ‘oleng’ Engkau berikan jalan kepada kami untuk kembali meluruskan niat serta langkah dalam meniti buih kehidupan yang tak selalu semanis madu.
Terimakasih juga untuk seluruh kebahagiaan lahir dan bathin yang selalu dikembalikan ke kami walau sesekali pernah menguap karena’udara’ panas oleh karena “naar”-Mu Ya Rob… Ampunilah kami semua kami ini hanyalah makhluk-Mu yang aniaya… la illaha ila anta subhanaka inni kuntu mindzdzoolimiin…
“Alhamdulillah Our Beloved Chikita Diwisuda 10 Oktober 2011 Besok: Marissa & Ikang”


Sumber: http://ikangmarissa-for-hanafirais-yogya.blogspot.com/
Marissa menghadiri acara BMT Summit dan Top Managemen BMT Workshop yang diselenggarakan oleh BMT Center di Jakarta bulan Oktober lalu. Kehadirannya di acara tersebut membuktikan bahwa Marissa peduli BMT. Berikut pandangan Marissa tentang BMT dan usaha mikro tahun 2011.
Menurut mbak Marissa, apa yang mesti diupayakan untuk BMT?
Bagaimana prospek BMT di Tahun 2011?